Aku nulis ini karena kalau ngomong langsung, aku sering keburu-buru dan nggak jelas. Jadi aku coba susun dulu, biar semua yang mau aku sampein masuk akal dan nggak ada yang aku tutup-tutupin.
Aku salah. Aku selingkuh, dan itu keputusan aku sendiri, bukan hal yang kejadian begitu saja. Aku nggak akan cari alasan buat itu. Aku yang salah, dan aku tanggung jawab penuh, bukan kamu.
Aku tahu ini bukan soal satu kesalahan doang, tapi soal kepercayaan yang udah kamu kasih dan aku sia-siain. Aku ngerti kalau sekarang kamu jadi mikir ulang banyak hal. Aku minta maaf udah bikin kamu sampai di titik itu.
Aku nggak pernah bermaksud menduakan kamu. Aku tahu itu nggak ngubah apa yang udah kejadian, tapi aku pengen kamu tahu, kamu bukan pilihan kedua buat aku, meskipun apa yang aku lakuin nunjukin sebaliknya. Itu tetep salah aku.
Aku nggak minta kamu langsung baik-baik aja atau maafin aku sekarang. Marah kamu wajar, dan aku bisa terima jarak yang kamu butuh. Aku cuma berharap kita tetep bisa komunikasi, biar aku ada kesempatan nunjukin aku berubah, bukan cuma ngomong doang.
Aku masih sayang kamu, Mel. Bukan buat bikin kamu nggak jadi pergi, tapi karena itu jujur. Aku baru sadar setelah hampir kehilangan, dan aku tahu itu telat.
Aku gamau ini jadi akhir. Aku gamau kita udahan, gamau kita berpisah. Aku tahu itu bukan keputusan aku sendiri, itu juga keputusan kamu, dan aku hargain apapun yang kamu pilih. Tapi kalau masih ada kesempatan, aku mau coba, pelan-pelan dan jujur.
Aku nggak minta kamu percaya aku lagi hari ini. Aku cuma minta kesempatan buat ngebuktiin lewat waktu, bukan lewat kata-kata.